"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (QS 7: 204).

Directur utama Islamic Medicine Institute for Education and Research dan konsultan alhi klinik di Panama City,Florida yang biasa disebut Dr. Ahmad al-Qadhi. Beliau melakukan penelitian tentang Al-Quran terhadap pengaruh perspektif fisiologi dan psikologi manusia.

Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap;
1.       Pengaruh Al-Qur'an pada fungsi organ tubuh dan intesnsitasnya
2.       Efek yang timbul merupakan pengaruh Al-Qur’an atau bukan
Metode ini dilakukan dengan menin pengukur dan terapi stress menggunakan bantuan computer MEDAQ 2002 (medical data quotient) dikembangkan Pusat Kedokteran Universitas Boston.Motode ini  mampu mengukur reaksi yang menunjukkan tingkat stress.
Langkah yang diambil meliputi
A.      melakukan pemeriksaan fisik secara langsung melalui computer
B.      memonitor serta mengukur perubahan-perubahan fifiiologis pada tubuh.
Eksperimen dilakukan sebanya 210 kali dengan melibatkan responden laki-laki dan perempuan usia antara 18-40 tahun. Para responden non muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Responden diminta mendengarkan bacaan Alquran dengan bahasa Arab dengan kaidah tajwid 85 kali.

Tidak hanya itu mereka juga diminta mendengarkan bacaan berbahasa Arab yang bukan Al-Qur'an sebanyak 85 kali juga.Dan dilakuakn dengan kaidah tajwid layaknya bacaan Al-Qur’an  sehingga memiliki kemiripan dengan Al-Quran dari aspek lafal, intonasi suara, dan ketukan di indera pendengaran. Lantunan bahasa Arab non Al-Quran digunakan sebagai placebo, yang bertujuan  responden tidak dapat membedakan antara bacaan Al-Quran dan non Al-Quran.

Hasil ini menunjukkan bacaan Al-Quran menimbulkan efek relaksasi hingga 65%. Lain halnya dengan  bacaan berbahasa Aran non Al-Quran hanya mencapai 33%. Dari Hasil ini juga menunjukkan, bahwa Alquran memiliki pengaruh positif yang cukup signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres) pada pengukuran kualitatif maupun kuantitatif.

Rekaman hasil ini tampak dari bentuk perubahan yang terjadi pada arus listrik di otot dan  juga perubahan pada daya tangkap di kulit terhadap konduksi listrik, perubahan sirkulasi darah, tidak hanya itu  perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit yang semuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan pada aspek lain.

Perubahan ini menunjukkan adanya perubahan fungsi dan kinerja sistem syaraf otonom yang lebih lanjut berpengaruh pada organ-organ tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Maka diambik kesimpulan adanya kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas pada pengaruh-pengaruh fisiologis yang bisa dihasilkan Al-Quran.

Lain halnya dengan Kazemi dkk yang melakukan penelitian yang mirip terhadap 107 mahasiswa keperawatan Rafsanjan University of Medical Sciences dengan metode kuasi eksperimental. Penelitian ini  dibagi ke dalam 2 grup, kontrol dan case group. Penilaian Kesehatan Mental diukur pada kedua grup dengan 12 item kuisioner. Sedangkan  Case group mendengarkan Alquran masing-masing selama 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu berturut-turut, yang diperdengarkan dengan tape recorder.

Sepekan setelah intervensi selesai, Penilaian  kesehatan mental diukur kembali pada kedua grup. Kemudian didapatkan hasil penelitian ini menunjukkan mendengarkan Al-Quran dapat dijadikan cara untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

Sungguh luar biasa firman Allah SWT ini, sistem tubuh ternyata memberikan respon positif terhadap bacaan Al-Qur'an meskipun si empunya tubuh tidak memahami artinya.Apalagi kalau yang membaca atau mendengarkan memahami makna bacaannya dan tafsirannya. Pasti efeknya lebih dahsyat lagi. Dengan kita membaca Al-Quran setiap hari, pasti banyak kebaikan yang kita dapat.

0 komentar:

Posting Komentar

Trimaksih Telah Berkunjung

 
Top